….

kita terlalu asik berdansa dijalan yang gelap. Menciptakan terang dari bara nafsu semata. Tanpa sadar pelan-pelan takdir menuntun kita ketempat awal kita bermula. Membenturkan badan kita pada kenyataan, ditengah jalan.

Seiiring itu lonceng berbunyi mengusik lalu memaksa orang-orang yang terlupakan kumpul melingkar dibalik tirai. Berhamburan mereka datang, melucuti sedikit demi sedikit dosa yang sudah kita tabung.

Lalu dibawanya kita ke pengadilan. Namun sayang tidak berujung pada kesimpulan. Semua kembali bias, buram seperti malam.

Kita tidak dipenjara. Hanya saja kaki kita dirantai dengan panjang yang dibatasi.

mari melangkah bersama di masa yang baru ini.

Bersahabat dengan kenyataan, agar sekalipun aku hilang, aku akan hilang bersamamu!
.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: