Nama Anak

Nama anak pertama kami adalah gabungan dari kata dengan arti yang bisa menjadi doa dan kata dengan bentuk serta bunyi yang kami suka.

Nama depan Rania sudah ditentukan namanya bahkan sebelum kami menikah. Rima yang punya ide. Ia sangat mengagumi sosok Ratu Jordania. Jika punya anak perempuan, Rima mau pake nama ratu tersebut. Selain itu, kata Rania dalam bahasa Arab berarti ’ratu’ sama persis dengan nama depan Rima.

Gue setuju dengan usul Rima. Selain karena artinya itu, nama Rania enak didengar. Dan belum banyak ada yang pakai.

Kemarin setelah Rania lahir, mamah gue nanya. ”Nanti Rania dipanggilnya apa?”

Awalnya gue jawab ”Panggil Rania aja.” Tapi kemudian gue sendiri yang mengubah panggilannya. Jadi Ranran. Haha.

Itu ide spontan. Tapi kalau di-cocoklogi-kan, Ranran berkaitan dengan hal-hal yang gue dan Rima suka juga. Ran adalah pacarnya Shinici. Rima adalah pembaca setia Detektif Conan. Sementara bagi gue, Ranran itu mengingatkan pada film Forrest Gump. ”Run forest run!” Jadi, tiap kali memanggil Ranran, seolah-olah gue lagi menyemangati.

Tapi kedua mamah kami kayaknya kurang suka dengan nama panggilan itu. Terdengar aneh bagi mereka. Haha. Gak apa-apa~

Lanjut ke nama tengah. Narakirana. Ini adalah usulan gue. Gue suka sama kata ’nara’ seperti yang biasa kita temui pada ’narasumber’, ’narahubung’, atau ’narablog’. Iya, awalnya suka kata Nara karena sedap didengar. Baru deh setelahnya suka sama artinya. Nara ada di banyak kamus. Di kamus bahasa Indonesia, Nara itu berarti ’orang’, di kamus Sansekerta, Nara itu artinya manusia. Trus, kalau di-googling, Nara itu ada di bahasa Celtic, yang artinya adalah BAHAGIA!

Gue pernah mikir, kalau nama itu adalah doa, maka doa apa yang ingin gue sematkan pada nama anak gue. Lalu gue dan Rima menjabarkan harapan-harapan kami untuk Rania.

”Aku pengen anak kita bisa puas sama hidupnya.”
”Aku pengen anak kita bisa bermanfaat.”
”Aku pengen anak kita bisa berkarya.”
”Yaudah, berarti kita pengen anak kita selalu bahagia. Entah itu karena berkarya, bermanfaat, bertualang, belajar, atau apapun yang baik-baik.”
”Sepakat. Bahagia!”

Tanpa disangka-sangka kata yang gue suka, Nara, punya arti bahagia juga.

Gue juga suka dengan arti Nara dalam bahasa Sanskerta, yaitu manusia. Semoga dengan nama itu, Rania jadi ratu yang selalu inget untuk memanusiakan manusia.

Sebenernya, Nara dalam Sansekerta itu merujuk ke manusia laki-laki. Ya gak apa-apa. Jadi multitafsir.

Sementara Kirana adalah kata yang gue suka. Ya karena ada ’Kira’-nya juga sih. Potongan nama gue. Kirana itu artinya bersinar. Murni bahasa Indonesia.

Nah, nama ketiganya adalah Rramadan. Ini kemauan Rima. Dia maksa pengen ada nama Ramadan-nya. Gue udah menolak berkali-kali karena ngerasa takut, nama belakang gue dijadiin nama anak. Alih-alih merasa terhormat, gue jadi agak terbebani sebenernya. Tapi Rima tetep keukeuh. Menurut dia, Ramadan itu artinya bagus. Secara etimologis, Ramadan itu berarti sesuatu yang membakar (api).  Tapi kita semua selalu memaknai Ramadan sebagai sebuah perayaan dalam menahan diri dan sebuah kemeriahan penuh berkah.  Kalau memikirkan artinya belaka, maka gue setuju dengan usul Rima. 

Terus, gue punya ide untuk nambah satu huruf ’r’ di nama belakangnya. Biar memuat inisial gue dan Rima. Biar namanya khas juga. 

Nah, jadi kalau digabung-gabungin, apakah arti nama Rania Narakirana Rramadan? 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: