Hilir-Mudik di Sarang Duka

Di lobi dan selasar UGD, duka begitu dekat dengan kita. Gak keliatan, tapi kita sadar kalau mereka ada mengintai.

Nelangsa bisa datang tiba-tiba sesaat setelah melihat jenazah baru, orang-orang merintih kesakitan, atau orang-orang yang memohon agar keluarganya bisa masuk UGD dan dapat perawatan.
Sebagian dari kita tenggelam dalam duka dan keputusasaan. Sebagian lagi berusaha menjadi kebal dari kesedihan, kemarahan dan kelelahan. Ekspresi mereka mungkin datar saat ditanya ini-itu, tapi tangannya terus bekerja.
Setiap lagi berjemur di bawah matahari jam sembilan pagi, gue mengenang kita yang sedang berjuang. Persis seperti matahari yang kerja keras menerangi walau mendung juga yang terus menggelayut di Bumi.
Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: