Cerita Biar Lega

30 hari bercerita

Saking jarangnya ketemu temen, sekalinya kejadian, gue ngerasa jadi orang yang beda. Gue jadi seorang pengoceh. Ada banyak banget yang gue ceritain. Celotehan gue pun gak keruan.

Gue pengen temen gue itu tau tentang uneg-uneg gue, tentang film yang gue tonton, tentang buku yang gue baca, tentang kabar keluarga gue. Gue pengen ngeliat langsung reaksi temen gue pas gue ngelempar humor yang sudah gue rancang sejak lama. Gue pun pengen denger semua kabar temen gue.

Dugaan gue, hasrat ingin bercerita ini adalah efek dari masa karantina. Kalau pas lagi di rumah, gue suka membayangkan gue ngobrol sama temen, sampai membayangkan suasananya. Temen yang gue bayangkan pun bukan cuma yang ada di sirkel pergaulan sekarang ini, tapi dari masa-masa sebelumnya.

Kalau lagi menunggu ngantuk, gue juga suka mendaftar hal-hal yang kayaknya asik untuk dituliskan di blog. Menulis hal-hal tersebut gue yakin akan membuat diri gue seneng dan puas.

Tapi, sebanyak-banyaknya ide tulisan, lebih banyak lagi hambatannya. Hambatan semu lebih tepatnya. Sering tiba-tiba males. Gak jarang juga jadi tiba-tiba mikir, “Yakin mau nulis ini? Emangnya siap sama reaksi orang-orang?”

Itulah sebangsat-bangsatnya situasi. Pengen melakukan sesuatu, tapi gue sendiri yang menghambatnya.

#30HariBercerita emang bisa menjadi jawaban dari kemalasan menulis. Tapi, setelah dipikir-pikir lagi, gue gak begitu siap sama keramaian.

Gue tetep pengen cerita, pengen nulis di ruang terbuka, tapi yang gak rame-rame amat kayak Instagram.

Jadilah muncul ide untuk nulis di blog ini. Gue yakin gak bakal banyak yang mampir sekaligus. Lagipula, sekalian itung-itung ngehidupin blog yang udah usang dan berdebu ini.

Sesekali gue akan share blog ini ke Instagram via IG Story (mumpung udah bisa share link, tuh!). Tapi, kayaknya bakal lebih banyak yang gue biarkan tanpa publikasi tambahan.

Di program #30HariBercerita sekarang ini gue pengen bisa nulis banyak hal dengan santai dan gak banyak apus-edit. Gak mau juga banyak memoles tulisannya. Menulis yang dicakep-cakepin gitu cukup di kerjaan aja.

Gue mau nulis tentang kabar setahun ini. Gue unboxing hobi baru gue. Gue mau cerita tentang keluarga kecil. Gue mau sharing wawasan dari buku-buku yang gue baca. Gue mau berbagi tawa dari hal-hal jenaka yang gue punya.

Segitu dulu intronya. Ini pernyataan tekad gue: 1-30 Januari gue akan ikutan #30haribercerita. Di sebulan ini menulis mesti menjadi katarsis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: