Budi Seniman Antargalaksi – #30hbc2222

Layangannya tersangkut di awan, Budi lari ke bandara. Ia memesan tiket pesawat kertas, minta duduk di dekat kolom tanggal. Di bagian sayap.

Setelah pak pilot meniup pesawat Hah Hah Hah Hah, pesawat pun lepas landas. Menerabas angin, lebih cepat dari lompatan belalang, setara ketinggian terbang burung gereja.

Budi mengeluarkan vacuum cleaner dan menyedot semua awan yang ia lalui. Bintang-bintang ikut tersedot. Petir yang belum sempat meledak pun jadi ciut dan melesat masuk ke vacuum. Birunya awan, burung camar, polusi kota, dan doa-doa setinggi langit, terisap semua.

Di darat, Budi menumpahkan semua yang ia dapat ke sebuah kanvas hingga menjadi sebuah lukisan.

Cita-cita Budi untuk menjadi seniman yang sempat nyangkut di masa remajanya pun terwujud. Ia bisa hidup dari karya demi Ani. Nanti malam, ia pun akan memperkaya diri di kejuaraan gaplek antargalaksi.

Ia kalah. Telak. Lukisannya pun harus ia relakan demi membayar taruhan.

Budi menyumbat telinganya dengan pohon dan suara aliran sungai. Sampai kapan pun, ia ingin terus tidur dan cuma akan terbangun oleh suara tetangga pasang keramik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: