Kiat Aktualisasi Diri dan Mencari Frekuensi Selama Pandemi- #30hbc2226

Masa pandemi menyadarkan gue satu hal: ternyata gue sebutuh itu interaksi sama temen dan mengaktualisasi diri.

Gue punya beberapa followers di media sosial. Tapi gue merasa enggan untuk sering-sering posting. Semacam ngerasa bingung, sebenernya kalau gue posting di media sosial itu gue lagi ngomong sama siapa sih? Gue kayak menjaring ikan di laut aja gitu, gak bisa nebak siapa yang akan gue jaring.

Gue punya temen kantor, tapi di satu titik gue ngerasa janggal karena interaksi kami lebih banyak berkutat soal kerjaan. Apakah kami mesin?

Sampai akhirnya gue memutuskan untuk menata pertemanan dan mengekspresikan kebutuhan aktualisasi diri ini. Demi menjaga kewarasan.

Kalo gue inget-inget, tiga kiat ini lah yang gue lakukan dan gue rasakan manfaatnya. Siapa tau kamu juga mau coba:

  • Bikin multichat dengan temen-temen berdasarkan kategori ketertarikan. Di multichat sama si A dan si B, gue suka ngebahas hobi sepeda dan film. Tapi Si A juga gue ajak bikin multichat sama Si C dan Si D karena kami punya ketertarikan juga dengan konten kreatif. Kami bisa intens ngebahas hal-hal yang gue suka. Kami bisa menertawakan hal yang sama.

    Di satu-dua grup, gue juga suka menginsiasi virtual meet, bisa bisa ngobrol langsung dan ngeliat muka mereka. Di grup pertemanan kantor pun gue suka tuh memperpanjang meeting yang sudah selesai demi sesi ramah tamah.

    Gue ngejaga diri buat gak ngerasa enakan karena mengelompok-kelompokkan teman. Karena, pada kenyataannya, komunikasi yang efektif dan menyenangkan itu kalau melibatkan orang yang tepat. Orang yang satu frekuensi.

    Inisiatif ini bikin gue merasa menyala, dan pertemanan kami hidup. Gue ngerasa seneng. Semoga temen-temen gue juga.
  • Kembali ke komunitas. Gue jadi balik ke Facebook! Gue gabung ke grup-grup hobi sepeda dan diecast.

    Di Instagram pun gue juga jadi banyak follow akun-akun berbasis hobi. Gue follow akun fanbase anime Yowamushi Pedal, akun-akun yang suka bahas buku, akun-akun sepeda, dan tentunya, akun-akun diecast. Ngikutin akun komunitas lebih bikin hepi ketimbang ngikutin akun individu.

    Di sana gue bisa ketemu orang-orang yang punya hobi yang sama dan isi percakapannya pun gak pernah keluar jalur dari bahasan tentang hobi itu.
  • Ngeblog. Kayak yang gue lakuin sekarang di tulisan ini. Haha. Gue selalu ngerasa content tiap kali abis ngeblog. Walau pun gue tau mungkin gak banyak yang baca tulisan gue. Mengekspresikan diri, di rumah sendiri tentu rasanya beda dengan di jalan raya.

Udah itu aja. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: