Bagi Rapot Orangtua

Gue, Rima dan Rania baru aja menjalani proses assesment tumbuh kembang anak ke psikolog. Ternyata oh ternyata, yang diobservasi bukan Ranianya aja, tetapi pola interaksi orangtua dengan anak. 

Salah satu proses observasinya sungguh bikin awkward. Gue dan Rima masing-masing masuk ke ruangan berdua Rania. Kami, masing-masing, diminta melakukan beberapa aktivitas berdua Rania. Semua kegiatan direkam dan psikolog memantau dari kaca di ruang sebelah. Persis kayak yang suka gue baca dibuku-buku social science.

Beberapa hari lalu, hasil observasilnya keluar. Saat itu, bertemu psikolog untuk dibacakan hasilnya rasanya kayak ketemu wali kelas untuk ambil rapot. Sejak diobservasi aja, gue jadi menyadari kekurangan gue. Nah, pas dibacain sama psikolog, kontan gue jadi agak malu. Haha. 

Singkatnya, jika kami ingin meningkatkan kualitas pola asuh Rania yang berada di umur balita remaja ini, kami perlu mengembangkan 4 bidang: 

(*) Kedekatan.  Tentang gimana caranya anak bisa betah dan hepi berduaan sama kita 

(*) Tantangan. Katanya, anak kecil itu kudu dikasih tantangan biar dia belajar mengenal dunia. Orang tua kudu bisa ngedampingi anak belajar dengan cara yang menyenangkan. 

(*) Struktur. Anak kecil itu butuh banget rutinitas dan struktur agar lebih mudah mengelola dirinya. Dan struktur itu bisa dibangun dari hal sesimpel, “Abis kamu bangun tidur, kita main lagi ya.” 

(*) Pengasuhan. Ngerawat dan memenuhi kebutuhan lahir batin anak. Di poin ini gue minus, katanya. Selain itu, kalo lagi ngasih makan anak, lebih sering gue yang ngabisin makanannya dari pada dia. Hehe.

Momen assesment dan konsultasi kemarin jadi titik penting kami dalam menjadi orangtua. Kami suka kewalahan menghadapi perilaku Rania. Awalnya, kami sempat menyangka karakter Rania yang diperbaiki. Tapi ternyata kami-kami juga yang menjadi pangkalnya. 

Sekarang ini, hasil observasi itu sering banget kami bahas. Beberapa kebiasaan baru dalam mendampingi Rania pun kami usahakan. Kami jadi suka menyelaraskan lagi bahasa cinta dengan Rania. Hasil besarnya belum berasa, tapi perubahan-perubahan kecil mulai nampak dan bikin kami suka senyum-senyum bersyukur.

Apalah arti idup ini kalo bukan mendampingi #rkecil tumbuh sebaik-baiknya.

Untuk mentemen yang udah jadi orangtua juga, cobain juga deh assesment ginian. Mayan, nambah-nambah pikiran. Haha. Tapi Insya Allah mencerahkan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: