Novel Detektif Keigo Higashino: Menjadi Pembunuh, Menjadi Manusia

Berkat rekomendasi Jisoo Blackpink, gue jadi baca cerita-cerita detektifnya Keigo Higashino. Sekarang, semua novelnya yang diterjemahin ke Indo udah gue baca. Karena udah keabisan bacaan, gue nonton versi filmnya juga.

Keigo gak cuma ngajak gue nyelidikin siapa pembunuhnya, apa motifnya, dan gimana teknik pembunuhannya. Di setiap ceritanya, Keigo selalu ngasih banyak ruang buat cerita emosional yang berkelindan di antara para saksi, tersangka, pelaku, polisi, atau korban.

Membaca cerita pembunuhan jadi kayak mempelajari manusia.

Di satu titik pas lagi baca, gue sampe sempet mikir kalau pembunuhan itu sesuatu yang manusiawi. Maksudnya, pembunuhan adalah wujud dari kompleksitas hidup dan emosi manusia. Mungkin selama ini gue melihat pembunuhan dari perspektif korbannya aja.

Gak kayak binatang yang membunuh untuk makan atau bertahan hidup, motif manusia untuk ngebunuh bisa ada banyak banget. Ambisi, harga diri, pengkhianatan, ketakutan, dendam, atau bahkan kesetiaan, cuma beberapa di antaranya.

Para pelaku pembunuhan yang ada di novel Keigo juga orang-orang biasa. Gak punya latar belakang kriminal sama sekali. Gue jadi mikir kalo sebenernya pembunuhan itu gak melulu butuh niat jahat. Para pelaku di cerita Keigo membunuh karena percaya hilangnya seseorang yang mengganggu mereka, bisa membuat hidup mereka bisa lebih tenang.

Betapa rumitnya manusia~

(Jangan-jangan, kalau kita mau menghindari ‘pembunuhan’, mungkin kita gak cuma mesti hati-hati sama dunia di luar, tapi juga waspada sama gejolak di dalam diri kita.)

Novel-novel detektif bikinan Keigo juga ngasih tau kalau kerja detektif itu bukan cuma kemampuan analisis, tapi juga soal kegigihan. Detektif Kaga, Detektif Kusanagi, Dr. Yukawa, dan pesulap Takeshi gigih banget ke sana kemari demi mempelajari ‘dunia’ pelaku dan korban, memeriksa saksi, analisis bukti, dan mendalami hal-hal lain di sekitar kasus.

Sama seperti pembunuh, para detektif berambisi mengungkap kasus demi mencapai ketenangan. Ketenangan untuk orang-orang yang ditinggalkan korban.

Seperti kata detektif Kaga, tak ada pembunuhan yang boleh ditinggalkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: